EksekutifHeadline

Ketua GibranKu Aceh Sambut Kunjungan Kerja Wapres Gibran ke Tiga Wilayah di Aceh

Aceh Utara – Ketua GibranKu Aceh, Nyak Andy Mu’arif didampingi jajaran pengurus GibranKu menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara, dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Kunjungan tersebut difokuskan untuk meninjau langsung kondisi wilayah terdampak bencana sekaligus memastikan percepatan penanganan dan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Selain melihat perkembangan di lapangan, Wakil Presiden juga berdialog dengan warga, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan guna menyerap aspirasi secara langsung.

Rangkaian kunjungan kerja diawali dengan peninjauan sejumlah infrastruktur strategis yang terdampak bencana. Di Kabupaten Bireuen, Wakil Presiden meninjau Jembatan Kuta Blang yang mengalami kerusakan akibat banjir. Selanjutnya, di Kabupaten Aceh Tengah, ia meninjau kondisi Jembatan Lumut yang menjadi akses vital pada ruas Takengon – Ise-Ise. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Gayo Lues untuk melihat progres penanganan Jembatan Kendawi yang sempat putus diterjang banjir. Pada kesempatan itu, Wakil Presiden juga menyempatkan diri berdialog dengan warga terdampak serta memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi rumah warga, pemulihan lahan pertanian, serta perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana. Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada kondisi riil di lapangan, bukan semata-mata laporan administratif.

Ketua GibranKu Aceh, Nyak Andy Mu’arif, menilai kehadiran Wakil Presiden di Aceh mencerminkan keseriusan pemerintah pusat dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Mas Gibran Rakabuming Raka, ke Aceh. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat, mendengar aspirasi mereka, serta memastikan proses pemulihan dan pembangunan berjalan secara efektif dan tepat sasaran,” ujar Nyak Andy.

Menurutnya, kunjungan seperti ini memiliki makna penting karena membuka ruang dialog langsung antara pemerintah pusat dan masyarakat, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar berangkat dari kebutuhan di lapangan.

“Sebagai organisasi kepemudaan yang mendukung lahirnya kepemimpinan generasi baru, GibranKu Aceh siap menjadi mitra dalam mengawal berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Harapan kami, kunjungan ini menjadi awal dari langkah-langkah konkret yang mempercepat pemulihan dan pembangunan di Aceh,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button