Penguatan Literasi Remaja dan Anak Aceh melalui Produksi Lima Video Iklan Layanan Masyarakat Berbasis Audio Visual

acehpolitika.id – Program penguatan literasi bagi remaja dan anak kembali dilaksanakan melalui kegiatan produksi konten film audio visual berbentuk iklan layanan masyarakat yang digelar pada 12 Desember 2025 di Aceh. Kegiatan ini menghasilkan lima video kampanye literasi yang mengangkat tema Mall Baca Aceh, mobil pustaka keliling, literasi sejarah, akses literasi bagi penyandang disabilitas, serta ajakan berkunjung ke perpustakaan.
Melalui pendekatan audio visual, program ini bertujuan menyampaikan pesan literasi secara lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan bagi generasi muda di era digital. Produksi konten dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan remaja dan anak sebagai bagian dari tim kreatif, mulai dari tahap perencanaan ide, penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan.
Pendekatan partisipatif tersebut tidak hanya menghasilkan materi kampanye, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta dalam memahami pentingnya literasi, komunikasi publik, serta pemanfaatan teknologi digital. Setiap video dirancang dengan gaya storytelling yang sederhana namun kuat agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektif oleh masyarakat.
Lima video yang diproduksi menyoroti berbagai aspek penting literasi di Aceh. Konten tentang Mall Baca Aceh menampilkan ruang literasi sebagai tempat belajar yang ramah dan menyenangkan. Sementara itu, mobil pustaka keliling menggambarkan upaya penyediaan bahan bacaan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Video literasi sejarah mengajak generasi muda mengenal identitas daerah melalui kisah masa lalu, sedangkan konten akses disabilitas menegaskan pentingnya kesetaraan kesempatan membaca bagi semua kalangan. Kampanye ajakan ke perpustakaan menjadi penutup yang mendorong masyarakat memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang terbuka dan inklusif.
Melalui produksi lima video ini, diharapkan pesan literasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas serta menumbuhkan kesadaran bahwa membaca dan belajar merupakan kebutuhan bersama. Program ini juga menjadi langkah konkret dalam membangun budaya literasi yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda Aceh untuk berkontribusi dalam gerakan literasi melalui karya audio visual.


